Learning / Career
Learning and Motivation: Belajar Adalah Dialog
Question Of The Day: Apa Fase Pertama Dalam Belajar ? --- Untuk waktu yang sangat lama saya percaya bahwa fase pertama dalam belajar adalah membaca. tapi belakangan ini, saya mu...
Question Of The Day: Apa Fase Pertama Dalam Belajar ?
Untuk waktu yang sangat lama saya percaya bahwa fase pertama dalam belajar adalah membaca. tapi belakangan ini, saya mulai memikirkan kembali tentang hal ini.
Akhir akhir ini saya merasa sangat malas untuk membaca, dan memiliki love/hate relationship dengan buku. antara merasa guilty karena merasa tidak ada perkembangan dalam diri.
namun juga merasa cepat jenuh dan bosan ketika membaca. rasanya energi tiba tiba habis ketika saya mulai membaca.
Maka dari itu akhir akhir ini saya seringkali merenung, jangan jangan, sebenarnya sedari awal prinsip saya lah yang salah. membaca itu bukan fase pertama dalam belajar. disini saya akan mencoba menguraikan pemikiran saya. semoga juga menjadi lebih jelas untuk anda yang membaca.
Begini, segala sesuatu yang kita lakukan pasti memiliki motivasi. apapun itu motivasinya. bahkan menonton netflix pun sebenarnya kita punya motivasi kan ? entah kita butuh sesuatu untuk melewati waktu atau menghilangkan kebosanan atau sedang kepikiran dengan alur cerita suatu serial film yang kita ikuti (dan mungkin awalnya kita mengikuti serial tersebut juga untuk menghilangkan kebosanan).
Kalau semua hal itu perlu motivasi, berarti belajar pun perlu motivasi. masalahnya, tidak semua motivasi itu ampuh untuk mencapai sesuatu yang meaningful.
Contohnya begini, ketika kita menonton netflix sekedar untuk melewati waktu, kita mungkin tidak akan benar benar fokus memahami alur cerita film/seri yang kita tonton. berbeda dengan ketika kita menonton karena penasaran dan ternyata tertarik dengan alur ceritanya. ketika dua orang dengan motivasi berbeda tersebut kita minta untuk menceritakan atua membuat sinopsis film, mana kira kira yang dapat membuat sinopsis dengan lebih baik ?
Jadi, motivasi memiliki juga memiliki tingkatan.
Jika sedikit melakukan refleksi, dulu saya bisa sangat rajin membaca karena tidak dapat dipungkiri salah satu motivasi alam bawah sadar saya adalah karena saya punya tanggung jawab di suatu organisasi yang mengharuskan saya mengetahui hal hal tertentu agar setidaknya nggak malu-maluin dengan jabatan yang diampu. Kemudian ketika awal memutuskan DO dari kuliah juga saya mampu sangat rajin membaca buku-buku pemrograman karena motivasi alam bawah sadar saya adalah saya butuh itu literally untuk bisa hidup nyaman. Karena saya sadar saya hanya lulusan SMA, gimana bisa hidup nyaman kalau tidak mengasah skill. Jadi bisa disimpulkan ternyata saya tidak se long-life learning yang saya kira. dan bahkan mungkin saya tidak se curious yang saya kira. karena ternyata secara alam bawah sadar saya, bukan curiosity yang membuat saya belajar.
Masalahnya sekarang, kedua hal yang memicu kesadaran saya untuk belajar tersebut sudah tidak relevan dalam kehidupan saya sekarang. Saya sudah tidak berorganisasi, dan juga sudah memiliki karir yang cukup aman dan stabil. mungkin suatu saat ketika skill saya sudah mulai tidak relevan dengan industri (misal ketika lanskap pengembangan web beda jauh, seperti ada bahasa pemrograman standard baru) saya mampu gila-gilaan belajar lagi.
Saya bersyukur insting ingin hidup nyaman saya cukup tinggi untuk pada saat saat tertentu saya sanggup untuk belajar jauh lebih banyak dari orang lain. Tapi saya merasa saya tidak dapat hanya mengandalkan insting untuk naik level dari level saya sekarang. saya membutuhkan suatu konsistensi untuk tetap belajar dan menciptakan motivasi lain untuk belajar.
Oleh karena itu saya mulai mencari cari, apa yang bisa dijadikan motivasi untuk belajar. atau pertanyaan lebih mendasarnya bagaimana cara agar kita bisa termotivasi untuk melakukan sesuatu. kemudian dari mempertanyakan itu saya mulai belajar dan membaca hal hal tentang belajar dan motivasi. agak aneh memang, belajar bagaiamana caranya termotivasi untuk belajar.
Tapi justru pada saat sedang membaca artikel itu saya menyadari sesuatu. Saya bukan membaca artikel artikel tersebut secara random atau tiba tiba. saya membaca artikel (atau mungkin nanti buku) karena saya punya pertanyaan yang ingin saya jawab. berarti ada satu fase sebelum membaca dalam belajar. fase tersebut adalah fase “memiliki pertanyaan”. dalam kasus ini pertanyaan saya adalah “bagaiamana caranya termotivasi untuk belajar”. yang membuat saya belajar tentang apa itu motivasi dan mengapa manusia bisa termotivasi.
Kalau dipikir pikir, memulai sesuatu dengan pertanyaan memang membuat segala sesuatu menjadi personal. Misalkan kita bertanya-tanya atau penasaran dengan suatu film, misal setelah membaca sinopsis nya atau mendengar cuplikan kisahnya dari teman. kita akan merasa lebih terfokus dalam menonton dan memahami ceritanya.
Maka dari itu mungkin sebenarnya pola belajar yang sustainable adalah pola belajar yang dialog. berdialog dengan diri sendiri, menciptakan feedback loop antara pertanyaan dan jawaban.
Dan ketika kita ingin termotivasi untuk belajar, mungkin hal terbaik adalah membuat daftar pertanyaan, dan terus bertanya sampai kita ahli. contoh feedback loop ketika kita ingin belajar membuat website:
mungkin diawali dengan kita bertanya "bagaimana cara membuat website"
kita akan menemukan bahwa website dibuat dengan HTML/CSS/JS.
kemudian akan muncul pertanyaan apa itu HTML, apa itu CSS, apa itu JS ?
kemudian ketika bisa membuat website di laptop kita akan bertanya "Bagaimana supaya website kita dapat di lihat orang lain?"
dan seterusnya.
Namun terkadang, untuk tahu “apa pertanyaan berikutnya” itu lah yang sulit. ketika kita sudah tidak mampu comes up dengan pertanyaan baru disitulah kita stuck. dan mungkin memang solusinya bukan dengan melanjutkan membaca sesuatu secara random, tapi memikirkan apa yang bisa kita tanyakan kembali dari pengetahuan yang sudah kita punya. atau mungkin membaca tapi bukan membaca teori namun lebih ke membaca keadaan melalui trend baik itu lewat artikel, trending instagram, atau merenung atau apapun lah. mungkin dari proses membaca keadaan itu lah kita bisa muncul dengan pertanyaan baru.
Akhir kata, Teruslah bertanya, teruslah belajar.